Senin, 17 Mei 2010

Refleksi tengah malam

Malam ini, tak sengaja kulihat kembali koleksi youtube, ditengah hati yg makin keras atau bebal akan peringatan Allah.
Coba-coba untuk merefleksi kembali perjalanan diri, rupanya diri ini tambah menjadi tak jelas, kehilangan bentuk. Tengah malam ini kucoba untuk merekonstruksikan kembali diri. Ya Allah makin kau beri nikmat makin aku lupa, Ya Allah tengah malam ini kucoba untuk berdoa, Ya Allah dengarkanlah doa hambaMu ini:

Aku minta ampun kepadaMU, Ya Allah
Tuhan sekalian alam
Aku meminta ampun padaMu
dari segala kesalahan & dosa yang kuperbuat
------------------------------ -
Ya Allah berilah daku pengetahuan/ilmu, Tuhanku
dari permohonan & ikhtiarku
maka doaku & permohonanku
menjadi saksi terhadap hajatku
di tengah malam ini aku berdoa dan meminta
di dalam kesenanganku & kesusahanku
Jadikanlah aku seorang hamba, yang dijauhkan dari kefakiran baik harta maupun ilmu
juga keperluan yang mendesak

Ya Allah berilah aku pengetahuan, Tuhanku
dari permohonan & ikhtiarku
wahai Tuhanku, wahai Rajaku
Engkau Maha Mengetahui tentang keadaan ku
dengan apa yg berkesusaian dengan hatiku
dari kedukaan & kebimbangan

Tolonglah daku dgn lemah lembut
wahai Tuhanku yg Maha Kuasa
& yg Maha Memperkenankan
ya Tuhan yg Maha Mengetahui
dan yg Maha Mendengar

Sesungguhnya aku mengakui akan kelemahanku
dikarenakan kerendahan & kehinaan ku
Dikaulah Yg Maha Memiliki,
Aku berserah padaMu

Belaian sayang

Waktu hujan turun
Rintik perlahan
Bintang pun menari
Awan menebal

Kutimang si buyung
Belaian sayang
Anakku seorang
Tidurlah tidur

Ibu menjaga
Ayah mendoa
Agar kau kelak
Jujur melangkah

Jangan engkau lupa
Tanah pusaka
Tanah air kita
Indonesia

Mencari, Memahami dan memaknai

Hidup adalah arti
arti harus dicari
dengan mencari
Mencari arti Membuatmu Hidup

Maka Carilah arti dalam Hidupmu
Setelah Kau temukan, pahamilah
Memahami arti hidup, akan temukan Hidup

Jangan Berhenti dengan memaknai hidup,
Maknai Hidup, Maka akan temukan sebuah hidup yang serasi
penuh dan seimbang
Apa makna Kehidupan?
Hidupmu bukan untukmu sendiri
hidupmu untuk memberi arti hidup pada orang lain
itulah makna kehidupan manusia

(Mungkin surga ada didalamnya)

Abcission

Desir angin merambat lambat tajam,
Menyisir aroma tubuh yang hampir layu,
Mereka mudah menemukan kita,
Tak usah lari darinya.

Sesekali naik lalu menukik turun perlahan,
Kadang tiba-tiba menyebarkan kesedihan,
Seperti gurun padang pasir yang sepi,
Cobalah raba anginnya!

Menelan buta segala disekelilingnya,
... apapun itu ...
Semuanya,
Tanpa terkecuali.

Tak kukira secepat kedip mata sampai pada kita,
Padahal belum tepat untuk musimnya,
Seharusnya gugur daun masih terlampau jauh,
Atau jangan pernah datang.

Walau masih ingin menghijau,
Menggugur adalah pilihan,
Bagai pahlawan? Mungkin saja,
Meskipun harus berpisah dengan yang lain,
… tapi tak jauh …
Agar kehidupan terus berlanjut.

Lilin

Mungkin aku tak mampu mengusir gelap ini,
Tapi dengan nyala nan redup ini,
Kuingin tunjukkan beda gelap dan terang,
Kebenaran dan kebatilan,
Orang yang menatap cahaya,

Meski temaram,
Kan menyala terang di hatinya yang dalam.

Lelaki dan Senja

Hari-hari itu semakin menjauh,
Terbawa angin yang masih melabuh,
Di tengah kota ia rebahkan sebuah kerinduan,
Dan sepucuk janji pada kekasih saat senja memudar.

Ia harus merelakan perginya,
Meskipun ia masih ingin memilikinya,
Namun ketentuan senja berkata lain,
Sang kekasih takkan menjawab rindunya.

Sekejap waktu terus mengalir,
Betapa berharganya pun sedetik,
Seolah surga tak lagi berada dikemudian dunia,
Tapi disini di tengah dermaga romansa.

Lelaki itu hanya mampu terus berjanji,
Untuk sedapatnya membawa kembali,
Di hari kala terakhir ia melihatnya,
Sebelum perempuannya hilang bersama senja,

Semoga kini engkau menemukannya,

Setelah terlalu lama engkau terkenang,

Mimpimu tlah engkau dapati,

Selamat jalan, Temukan ia di dunia kebadian.

Eksistensi

Semua akan terbiasa,
Cepat atau lambat hanya persoalan waktu,
Seperti itulah cara kerjanya,
Sebelum menatap kesempurnaan.

Bukan sebuah pekerjaan mudah,
Langkah demi langkah walau harus tertatih,
Terkadang harus memaksa untuk berlari,
Sepanjang tetap terus melangkah.

Lingkaran yang tak pernah terputus,
Bak roda yang senantiasa berputar,
Lalu kembali berulang-ulang lagi,
Seperti sebuah siklus yang ku sebut kehidupan.

Jiwa-jiwa yang hilang (tersesat),
Tak akan sanggup menemukan cahayanya,
Tanpa mencoba mencari sumber dari cahaya itu,
Agar jiwa yang menempati jasad ini semakin identik dengan-Nya.

Akhirnya "ketiadaan" (ada itu sendiri) memanggil,
Lalu semua tiba-tiba berhenti,
Hanya antara aku dan diriku,
Satu lawan satu!!!

Hingga panggilan lain menjemput untuk berkumpul dikeabadian...

Syair Munajat : Tak Berdaya

Adakah kamu tahu?
Ketika malam pekat semakin mendalam,
Aku masih merasa betapa siang menguasai,
Mungkin karena kamu.

Apakah dengan sengaja kau menggenggam jiwaku?
Membuatku sesak tak berdaya,
Lalu tak peduli kau hantamkan ke tanah,
Sampai air mukaku tak terkendali malu.

Pernah pula kau menenggelamkanku dalam lubang yang dalam,
Hingga aku tak tahu harus berbuat apa,
Serius! Kamu serius,
Itu benar-benar terjadi padaku.

Kini semuanya dapat terlihat jelas,
Aku dan kamu seperti itu.

Aku

Aku,
Adalah bintang yang tak bercahaya,
Adalah musik yang tak bernada,
Adalah berlian yang tak berkilau,
Adalah ombak yang tak berbuih,

Dan aku,
Adalah sang pemimpi yang selalu terjaga.

Menunggu Janji

Dalam kebimbangan fajar dan petang,
Aku masih menunggu janji malam dan siang.

Terserahlah

Aku baik-baik saja sebelum kau ucapkan kata itu,
Bahkan lebih baik dari hari kemarin,
Ketika sedih dan sepi kembali menyerang dari segala sisi,
Aku kira kamu tahu itu.