Desir angin merambat lambat tajam,
Menyisir aroma tubuh yang hampir layu,
Mereka mudah menemukan kita,
Tak usah lari darinya.
Sesekali naik lalu menukik turun perlahan,
Kadang tiba-tiba menyebarkan kesedihan,
Seperti gurun
Cobalah raba anginnya!
Menelan buta segala disekelilingnya,
... apapun itu ...
Semuanya,
Tanpa terkecuali.
Tak kukira secepat kedip mata sampai pada kita,
Padahal belum tepat untuk musimnya,
Seharusnya gugur daun masih terlampau jauh,
Atau jangan pernah datang.
Walau masih ingin menghijau,
Menggugur adalah pilihan,
Bagai pahlawan? Mungkin saja,
Meskipun harus berpisah dengan yang lain,
… tapi tak jauh …
Agar kehidupan terus berlanjut.
Senin, 17 Mei 2010
Abcission
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar