Bu Angku,
Masihkah kau huni ebe-ae yang dulu ?
Masihkah kau urusi wamdabu,
Amanat adat atas keperempuananmu,
Untuk memenuhi kewajiban upacara,
Atawa membayar mahar,
Manakala suami kawin lagi,
Masihkah ?...
Itulah yang menyebabkanku luka,
Mengiringi jabatan tanganku,
Kala pamitan meninggalkan Kurulu,
Meninggalkanmu yang melengos tersipu...
Belakangan,
Di penghujung abad ini,
Lagi-lagi tersiar kabar kalian tertangkar musibah lapar,
Ya ampun, Lapar!...
Selasa, 13 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar