Bukan sekedar kata-kata biasa,
Menyembur keluar dari mulutku hari itu,
Menghujam kuat melebihi benda tajam manapun,
Kepadamu yang menemani kehidupanku.
Anehnya (mungkin hanya aku yang merasakannya),
Tak ada gubrisan,
Tak di mengerti,
Atau engkau pura-pura tak mendengar.
Aku ingin bersembunyi setelah itu,
Menghindar dari duniaku sendiri,
Dunia yang tak henti-hentinya kupuja,
Tapi aku berjanji,
Tidak akan pernah lari lagi,
Dari kenyataan yang terpatri.
Aku tetap siap menunggu.
Semoga esok engkau pulih dari ketulian,
Sembuh dari kebutaan,
Dan sadar dari ketidaksadaran,
Bahwa kita tidak sedang baik-baik saja.

Tetapi mengapa, saat kenyataan itu datang engkau malah menghindar dan meninggalkannya begitu saja. Dimanakah semua janji2 yang kw buat sendiri?
BalasHapus