Meringkuh sejenak untuk coba mengerti,
Sejak kapan dingin itu mulai merapuh?,
Pada serpih-serpih kepura-puraan,
Dan menghamburkan luapan pesan-pesan rasa yang tak jelas.
Seperti tapak-tapak kaki yang ditinggalkan oleh langkah yang berlalu,
Seperti teks-teks yang keluar dan berganti-ganti makna,
Dan seperti angin yang terus mengikuti pusaran kehidupan,
Lalu lenyap entah kemana.
Aku masih disini dalam keterasingan,
Jauh dari dunia yang ku kenal,
Dunia dengan dramaturgi politik dan budaya,
Perih menyesakkan dada.
Pada sisi lain,
Masih ada sebagian dari jiwa-jiwa yang merindukannya,
Dan berusaha untuk menarikku kembali,
Dalam lubang hitam dunia itu.
Ditengah itu,
Kecongkakan dunia yang menganga teramat besar,
Aku akan tertidur entah sampai kapan,
Sambil menunggu semua yang kukatakan kepadamu tak ada lagi.
Kalau harus berakhir, berakhirlah!
Agar tak ada lagi yang berani menggangguku.
Kamis, 18 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar