Entah apa yang berbisik di telingaku,
Untuk segera menghampiri dirimu,
Dengan sadar ku pandangi matamu dalam-dalam,
Hingga aku bagai menyatu dengan batinnya,
Engkau pun merasa begitu.
Ada setumpuk kerisauan membelenggumu,
Berputar-putar tersesat,
Tak tahu ingin kemana,
Dan tak mampu Engkau sampaikan lewat kata-kata,
Namun cahaya di matamu yang berbicara,
Kerinduan ini tak tertahankan.
Aku ingin pulang,
Untuk kerinduanku.
( kupersembahkan untuk dindaku, rindu ini selalu terjaga untukmu, meski tak ada isyarat kata ).
Rabu, 10 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar