Minggu, 07 Maret 2010

Yang Terjerat dan Terbuang

................. Di sebuah desa di kaki gunung tempatku tinggal masih belum tersentuh oleh terangnya listrik. Gelap dan sunyi. Malam itu, langit menyembulkan bulan sabit, sehingga gelap menjadi sedikit tertolong. Sementara itu angin menjelang musim hujan tak henti-hentinya berhembus mempermainkan daun-daun bambu, hingga menimbulkan suara gemerisik. Sedangkan suara binatang malam di kejauhan sana timbul tenggelam di sela-sela angin menjadikan suasana yang sepi kian mencekam ...........

................. Jalan setapak yang aku lalui nampak gelap gulita. Sinar bulan sabit rupanya tak mampu menembus rimbunnya daun pepohohonan. Akibatnya, mata mudaku agak kesulitan menghindari gundukan-gundukan tanah yang tidak rata ...........

............. Angin yang berhembus makin kencang mempermainkan daun-daun bambu. Pucuk-pucuknya membentuk siluet hitam meliuk-liuk kesana kemari. Aku tersesat, terjerat dan terbuang di penjuru siku .............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar