Untuk dia sang penawan hati,
Apakah hanya aku yang merasakannya??
Tersambut bulan sabit merah dan senja sore kelabu,
Di antara bibir pantai Dewi,
Masih tetap sama dan seperti hari-hari lain yang akan berganti.
Aku tahu kau akan datang dan mendengarku bernyanyi disini,
Senandung keresahan hati.
Aku masih berharap hati ini semerah bulan sabit itu,
Bukan seperti senja sore kelabu yang menampakkan wajah muramnya langit.
Aku akan bernyanyi lagu tentang kita,
Senyawa dan Sejiwa,
Lagu yang akan membuatmu tersenyum sepanjang hari,
Hingga engkau lupa pahit kelamnya hidup ini.
Tertawa adalah bagian paling indah dari dirimu,
Aku senang melihatmu seperti itu.
Terus saja seperti itu kekasihku,
Teruslah tertawa dan ikut bernyanyi denganku.
Aku masih merasakan betapa lembut dan hangatnya tanganmu,
ketika membelai pipiku dan mengelus rambutku tatkala aku sedang melamun.
Terus saja seperti itu kekasihku,
Teruslah membelai dan mengelusku sepanjang waktu.
Bila esok yang kunanti telah tiba,
Dan bayang-bayangmu menjelma menjadi sepasang sayap malaikat cinta,
Lalu membisikkan ke kedua telinga tentang kalimat-kalimatnya,
Bahwa kita berdua adalah satu,
Tidak akan berpisah lagi sepanjang kita masih terus menjaganya.
Minggu, 14 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar