Minggu, 07 Maret 2010

Sajadah Panjang Terbentang

Ada sajadah panjang terbentang,
Dari kaki buaian sampai ke tepi kuburan hamba,
Kuburan hamba bila mati,

Ada sajadah panjang terbentang,
Hamba tunduk dan sujud,
Di atas sajadah yang panjang ini ,
Diselingi sekedar interupsi,
Mencari rezeki, mencari ilmu,
Mengukur jalanan seharian,
Begitu terdengar suara adzan,
Kembali tersungkur hamba,

Ada sajadah panjang terbentang,
Hamba tunduk dan rukuk,
Hamba sujud dan lepas kening hamba,
Mengingat Dikau sepenuhnya.

Sajadah panjang ini adalah dunia tempat kita lahir dan tempat kita dikuburkan jika mati. Dunia ini ibarat sajadah panjang yang diselingi interupsi berupa mencari rezeki, ilmu dan kegiatan dunia yang lain. Kenapa interupsi? Karena hal tersebut adalah hal-hal penunjang untuk mengingat Tuhan. Dan setelah itu ada waktu waktu yang kita seharusnya lepaskan dari persoalan interupsi, untuk kembali ke sajadah panjang kita.sujud merupakan pelepasan ego manusia. Ego manusia yang merasa dirinya kuat, berilmu, kaya, dll, harus dilepas dengan perbuatan sujud, dan meletakkan kepala/yang merupakan tempat befikir kembali ke bumi. Hal ini mengingatkan manusia tentang asalnya, dan jika semuanya dilakukan maka manusia akan mengingat Allah dengan sepenuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar