Minggu, 07 Maret 2010

Ku Usaikan Malamku

Ketika malam telah menyiapkan pentas untuk bintang menari
Justru telah kumasuki peti kematian dalam duka dan rasa sesak
Lantunan musik pengiring para bintang bertalu talu
Namun aku justru menangis dalam hati dibalik senyumku
Rasa terkhianati dan tertipu oleh sang kekasih alam

Rasa cemburu akan kepergiannya yg tak terungkap oleh semua kita
Beku melangkah dengan gagah menuju singgasana kematian yg bernama cinta
Iring iringan bak seorang raja yg baru naik tahta mengantarku dengan gembira
Wangi wangian dari beraneka macam bunga menemaniku menuju singgasana
Dayang dayang menyambutku dengan tawa dan canda…
Dan aku terduduk di singgasana yg bernama cinta, di peti matiku

Kemarahan,kebencian semakin menggelora dan memana
Sisi kepalaku hanya berisi prasangka prasangka tentang cinta yg absurd
Dan semakin bertambah rasa itu pada setiap detak nafasku
Kecurigaan, kecemburuan semakin membesar dan menjadi jadi

Bayangan ketika mata terbuka membuat rasa sakit semakin terasa pedih
Dan semakin bertambah rasa itu pada setiap detak jantungku
Iring iringan telah pergi,
Dayang dayang telah pulang,
Wangi wangian telah menguap
Tapi aku masih berada di tempatku,
Singgasana kematian bernama cinta

Ketika malam telah usai bersama datangnya panggilan untuk-Mu
Bintang bintang perlahan menunduk untuk mundur dari pentas
Bunyi bunyian pengiring telah berhenti
Aku masih tetap menangis dalam hati dibalik senyumku

Telah kuterima semua rasa menyakitkan tentang cinta yg tak kukenal
Matahari telah terbit dan sang kasih telah menunggu untuk melangkahtapi aku masih berada di Singgasana kematian yg bernama cinta itu
Singgasana yg pada siang berubah menjadi sebuah kutukan atma
Aku menunduk sepi tapi tetap tersenyum,dan rasa itu kusembunyikan

Kutatap Sang Esa pada ciptaannya untuk berteriak tentang takdirku pada cinta
Dan dia diam,hanya sebuah isyarat untuk survive dan nrimo pada garis tangan hidupkusenja telah datang, pentas kembali di bangun, check sound untuk para penari telah bersuara
Bintang bintang telah datang berdiri menempatkan diri untuk menari
Dan aku,melangkah dengan gagah menuju peti kematian bernama cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar